TERNAK ITIK INTENSIF

Kelompok Belajar | Share Beternak Itik

Fumigasi Telur Tetas

operator mesin penetasanUmumnya banyak peternak yang sering menetaskan telur itik dengan menggunakan mesin tetas, baik mesin tetas yang menggunakan lampu minyak ataupun lampu pijar yang dilengkapi dengan alat pengontrol suhu (termostat). Namum, sebelum memulai proses penetasan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum telur ditetaskan.

Sebelum telur ditetaskan, ada beberapa perlakuan yang harus dilakukan yaitu seperti berikut :

  1. Lakukan seleksi ulang terhadap berat telur, kebersihan telur dan kondisi telur. Seperti diketahui bahwa telur itik lokal pada umumnya kerabang telurnya dalam keadaan kotor. Adapun cara membersihkannya dapat menggunakan amplas atau kain lap yang dibasahi air hangat.
  2. Untuk memusnahkan kuman-kuman yang masih menempel pada kerabang sebaiknya dilakukan fumigasi. Adapun caranya adalah seperti berikut :
  • Telur yang telah diseleksi ulang ditempatkan ke dalam wadah telur dengan bagian tumpul menghadap ke atas.
  • Tempatkan wadah berisi telur tersebut ke dalam ruangan yang dapat ditutup rapat atau letakan di dalam mesin tetas.
  • Ukur volume ruangan yaitu Panjang x Lebar x Tinggi
  • Takar formalin dan KMnO4 dengan dosis untuk setiap 1m3 ruangan dibutuhkan 40 cc formalin dan 20 gram KMnO4 (Awas : Formalin adalah bahan kimia yang keras, dan bila terkena kulit akan menyebabkan kulit terasa seperti terbakar).
  • Sediakan wadah cekung yang tahan panas, seperti panci berlapis email atau kuali dari tanah. Daya tampung wadah harus paling sedikit 3 kali dari volume formalin yang akan digunakan.

Cara Fumigasi

  1. Tuang KMnO4 atau biasa disebut PK ke dalam panci email (wadah).
  2. Tempatkan wadah tersebut di bawah telur.
  3. Kemudian secara perlahan-lahan, tuangkan formalin ke dalam wadah tersebut.
  4. Secepatnya tutup ruangan tempat fumigasi (mesin tetas) karena campuran formalin dan KMnO4 akan menghasilkan gas yang pedih bila kena mata.
  5. Biarkan fumigasi berlangsung selama 20 menit
  6. Buka pintu ruangan tempat fumigasi (mesin tetas)
  7. Telur siap ditetaskan.

Demikian cara melakukan fumigasi terhadap telur tetas, semoga bisa bermanfaat.

Sumber :

Hardjosworo,Peni,Prof.Dr.Dra.Msc,Rukmiasi,M.S, Itik, Permasalahan dan Pencegahan,Jakarta: Penebar Swadaya,2001

About these ads

07/06/2012 - Posted by | Pembibitan Itik |

10 Komentar »

  1. saya ingin usaha penetasan telur, tapi saya belum tahu cara mendapatkan telur tetasnya. bagaimana pak utk mengetahui bahwa itu telur tetas atau bukan? mhn bantuannya. tks

    Komentar oleh eddy wijaya | 07/06/2012 | Balas

    • Untuk mendapatkan telur tetas yang baik, sebaiknya membeli telur langsung pada peternak yang khusus menyediakan telur tetas. Syarat telur tetas adalah telur yang telah dibuahi. Adapun perbandingan induk itik betina dan jantan adalah minimal 10 : 1. Demikian, semoga bisa bermanfaat.

      Komentar oleh admin | 08/06/2012 | Balas

  2. pak aku pemula mau belajar menetaskan telur tetas dgn mesin tetas,tp aku blm tau yang namanya formalin dn kmn04 ..kira2 di mana ya pak aku bisa dapatkn barang itu..tarno

    Komentar oleh tarno | 27/09/2012 | Balas

  3. admin aku mau coba usaha ini tapi belum tau apa itu KMn04..
    mohon penjelasannya,,
    dan kira kira harga inkubator kira berapaan,,???
    trima kasih.
    ditunggu balasannya

    Komentar oleh dodoy | 14/12/2012 | Balas

  4. Pak apa ada bahan lain untuk fumigasi selain Pormalin dan PK ? krna di sni susah cari pormalin & PK. satu lgi pak sbenarnya brapa hari telur menetas? Krena ada yg menyatakan 35 hari & ada juga yg menyatakan 38 hari mana yg bnar ya pa? Trma ksh.

    Komentar oleh Bhima | 07/02/2014 | Balas

  5. pak ni sy pemula usha pntsan telur bebek ni knp bnyk yg gagal pa mngkin krna pmbalikn tlur yg krng merata atau gmn y pak>>trimah ksih
    dtnggu blsannya

    Komentar oleh MIFTAHUL JANNAH | 13/09/2014 | Balas

    • Infonya dapat saudara lihat pada post atau artikel saya tentang “Tata laksana Penetasan” di blog ini. Salam kenal dan terima kasih atas kunjungannya.

      Komentar oleh admin | 14/09/2014 | Balas

  6. asalamualaikum….pa saya udah mulai mencoba allhmdulilah.banyak juga yang netes,tapi pa banyak juga klu d bahasa saya sering di bilang ngegendul,telur keadaan ok tapi dia g netes udh 26 hari teh rata2 20% dari 1000 telor pa mohon d bantu pa terimakasih.

    Komentar oleh sansan sanusi | 17/09/2014 | Balas

    • Faktor utama dalam penetasan adalah sumber telur tetas artinya jika telur tetas banyak yang dibuahi maka persentase tetas juga tinggi atau sebaliknya. Untuk info lengkapnya saudara dapat melihat artikel saya yang berjudul “Tata Laksana Penetasan” di blog ini. Terima kasih dan salam sukses.

      Komentar oleh admin | 17/09/2014 | Balas

      • Terimakasih Hatur nuhun……….nu kasuhun heeeeee.

        Komentar oleh sansan sanusi | 17/09/2014


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 659 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: