TERNAK ITIK INTENSIF

Kelompok Belajar | Share Beternak Itik

Cara Membuat Ransum Sendiri

Harga ransum jadi yang dijual di pasaran, umumnya tergolong mahal bagi peternak. Bahkan sejak tahun 70-an, harga ransum jadi selalu mengalami kenaikkan, hingga berdampak pada ketidakstabilan perkembangan ternak unggas. Untuk mengatasi permasalahan ini, sebenarnya peternak dapat membuat ransum sendiri dengan memanfaatkan bahan baku murah dan banyak tersedia di lokasi peternakan. Baca lebih lanjut

19/07/2011 Posted by | Pakan Itik | , | 15 Komentar

Fermentasi Ragi Tape

Ragi tape

Ragi tape merupakan populasi campuran mikroba yang terdapat beberapa jenis yaitu genus Aspergillus, genus Saccharomises, genus Candida, genus Hansnula, sedang bakterinya adalah Acetobacter. Aspergillus dapat menyederhanakan amilum, sedangkan Saccharomyces, Candida dan Hansnula dapat menurunkan gula menjadi alkohol dan bermacam-macam zat organik lainnya. Acetobacter mengubah alkohol menjadi cuka. Secara fisiologis, ragi mempunyai persamaan yaitu menghasilkan fermen atau enzim-enzim yang dapat mengubah substrat menjadi bahan lain dengan mendapat keuntungan berupa energi. Adapun substrat yang diubah berbeda-beda.

Baca lebih lanjut

16/06/2011 Posted by | Pakan Itik | , | 17 Komentar

Onggok Pakan Alternatif Itik Petelur

Pakan merupakan salah satu komponen penting dalam usaha peternakan itik. Melonjaknya harga pakan, baik pakan itik petelur maupun itik pedaging beberapa tahun belakangan ini sangat berpengaruh pada usaha peternakan itik.

Salah satu upaya memperoleh pakan yang murah adalah dengan memanfaatkan bahan pakan alternatif yang banyak terdapat di sekitar peternakan. Dari sekian bahan pakan alternatif, onggok merupakan salah satu sumber bahan baku yang dapat menggantikan sumber bahan baku energi.  Baca lebih lanjut

13/06/2011 Posted by | Pakan Itik | , , | 14 Komentar

Ebook Formula Menyusun Ransum

Ebook Formula Menyusun Ransum Murah

Ransum merupakan kebutuhan pokok yang harus selalu ada dan merupakan komponen yang paling tinggi porsi anggarannya yaitu mencapai 50% hingga 70% dari alokasi biaya produksi usaha peternakan. Jadi wajarlah bila para peternak selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan ini, walaupun harga bahan pakan dan harga pakan pabrik (konsentrat) yang tidak menentu bahkan terus bergejolak naik.

Bila kondisi ini terus berlanjut, tentu akan berdampak buruk bagi usaha peternak itik di mana biaya produksi tidak lagi seimbang dengan pendapatan yang berarti peternak akan mengalami kerugian. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu dicarikan jalan keluar agar usaha peternakan itik dapat terus berlanjut dan berkembang. Baca lebih lanjut

25/05/2011 Posted by | Pakan Itik | , , | 5 Komentar

Jumlah Pemberian Pakan Itik

Kebutuhan Nutrisi Pakan Itik Pedaging dan Petelur pada Berbagai Umur Pemeliharaan

Ransum merupakan komponen terbesar dalam usaha pemeliharaan itik, ketersediaan ransum ini sangat penting karena porsi anggarannya dapat mencapai hingga 70% dari alokasi biaya produksi. Tak heran bila peternak selalu berupaya memenuhi kebutuhan ransum ini, meskipun harganya terus melonjak naik.

Dalam pemberian ransum pada ternak itik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain seperti jumlah ransum , umur ternak, jenis pemeliharaan, periode pemeliharaan, cara pemberian, cuaca di sekitar peternakan serta kondisi kesehatan ternak itik sendiri.

Jumlah Pemberian Pakan

Dalam ilmu peternakan, ternak itik tergolong unggas tipe sedang. Selanjutnya, ternak itik dapat dibagi ke dalam jenis itik petelur, pedaging serta petelur dan pedaging. Pengelompokan ini bertujuan untuk memudahkan pengelolaan pasar dan pengelolaan pakan.

Baca lebih lanjut

19/05/2011 Posted by | Pakan Itik | , , | 15 Komentar

Manfaat Tanaman Azolla

Azolla sebagai sumber pakan itik berprotein tinggi

Azolla merupakan satu-satunya genus dari paku air mengapung suku Azollaceae. Terdapat tujuh spesies yang termasuk dalam genus ini. Suku Azollaceae sekarang dianjurkan untuk digabungkan ke dalam suku Salviniaceae, berdasarkan kajian morfologi dan molekular dari Smith et al. (2006)

Azolla dikenal mampu bersimbiosis dengan bakteri biru-hijau Anabaena azollae dan mengikat nitrogen langsung dari udara. Potensi ini membuat Azolla digunakan sebagai pupuk hijau baik di lahan sawah maupun lahan kering. Pada kondisi optimal Azolla akan tumbuh baik dengan laju pertumbuhan 35% tiap hari. Nilai nutrisi Azolla mengandung kadar protein tinggi antara 24 – 30%. Kandungan asam amino essensialnya, terutama lisin 0,42% lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrat,  jagung, dedak, dan beras pecah (Arifin, 1996) dalam Akrimin 2002.

Baca lebih lanjut

15/05/2011 Posted by | Pakan Itik | , | 9 Komentar

Metoda Menyusun Ransum Itik Petelur

Metoda menyusun ransum itik

Salah satu faktor penunjang untuk sukses dalam usaha beternak itik adalah pemahaman dan keterampilan peternak dalam mengolah bahan baku pakan menjadi  pakan jadi. Untuk dapat menguasai cara membuat pakan sendiri, peternak itik perlu memahami manfaat serta kandungan nutrisi bahan-bahan baku pakan yang akan diramu menjadi pakan ternak itik. Adapun manfaat utama bahan baku pakan tersebut adalah sebagai sumber karbohidrat dan lemak yang menghasilkan energi. Di samping itu, bahan tersebut juga mengandung air, protein, vitamin dan mineral.

Kandungan gizi bahan baku pakan yang akan diolah menjadi pakan ternak itik periode layer dapat dilihat pada tabel berikut dan untuk memudahkan perhitungannya, di dalam tabel digunakan angka atau nilai rata-rata :

Baca lebih lanjut

10/05/2011 Posted by | Pakan Itik | , , | 24 Komentar

Keong Emas Pakan Alternatif itik

KEONG EMAS SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF UNTUK TERNAK ITIK

Meningkatnya harga pakan ternak pabrikan membuat para peternak Itik mencari bahan makanan alternatif untuk pakan ternaknya. Dimana dengan harga pakan yang terjadi saat ini membuat para peternak merugi, untuk itulah para peternak yang ada di desa Taras Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS) mencoba memanfaatkan KEONG EMAS yang ada dipersawan milik petani yang tersebar di pedesaan dijadikan makanan tambahan pengganti sebagian pakan pabrikan untuk ternak mereka.

Yang mana selama ini Keong emas di sawah merupakan hama penggangu padi yang sangat merugikan para petani di desa ini. Seperti yang telah dilakoni oleh Basit ini. Peternak ini tak begitu pusing lagi menaggung /memikirkan makin tingginya harga pakan ternak bebek atau itik yang telah dipeliharanya sekian lama sampai sekarang ini.

Baca lebih lanjut

20/04/2011 Posted by | Pakan Itik | | 2 Komentar

MANFAAT DAUN ENCENG GONDOK

DAUN ENCENG GONDOK TINGKATKAN KUALITAS TELUR ITIK

Makassar, Sinar Harapan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan pengkajiannya menyarankan pemberian daun eceng gondok pada makanan itik untuk meningkatkan kualitas telur.

Kepala IPPTP Makassar, Dr.lr. Djafar Baco menjelaskan hari Jumat (21/6), ternak itik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena mampu memproduksi telur yang tinggi, tidak mengerami telurnya, harganya relatif stabil dan pemasaran telur relatif murah. Salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha ternak itik adalah faktor makanan sebagai kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi bagi kelangsungan hidup dan proses biologis di dalam tubuh ternak, tambahnya.

Baca lebih lanjut

17/04/2011 Posted by | Pakan Itik | , | 9 Komentar

Ampas Tahu Pakan Ternak Itik

Potensi Ampas Tahu Sebagai Bahan Makanan Ternak

PENDAHULUAN

Ransum merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi produksi. Biaya yang dikeluarkan untuk pemberian ransum adalah 70% dari total biaya produksi (Listiyowati dan Roospitasari, 1992). Tingginya biaya produksi ini perlu ditanggulangi dengan menyusun ransum sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat, dengan harga yang relatif lebih murah, tetapi masih mempunyai kandungan gizi yang baik untuk produksi dan kesehatan ternak itu sendiri (Mairizal, 1991).

Usaha untuk menekan biaya makanan adalah mencari bahan makanan yang tidak bersaing dengan manusia, harganya murah, memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, tersedia secara kontinyu, disukai ternak serta tidak membahayakan bagi ternak yang memakannya (Sulistiowati (1995).

Baca lebih lanjut

06/04/2011 Posted by | Pakan Itik | | 11 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 659 pengikut lainnya.