TERNAK ITIK INTENSIF

Kelompok Belajar | Share Beternak Itik

Telur Asin Tanpa Aroma Anyir

MEMBUAT TELUR ASIN

Sebahagian masyarakat indonesia, khususnya yang berdomisili di Pulau Jawa, sudah tidak asing lagi dengan yang namanya telur asin. Aroma dan tekstur telur asin khas yaitu kuning telurnya masir dan agak berminyak.

Telur asin yang beredar di masyarakat adalah telur itik yang diasinkan dan bila dibandingkan dengan telur ayam, aroma telur itik agak lebih berbau anyir. Aroma inipun masih tetap tercium pada telur itik yang sudah diasinkan.

Tetapi dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita, aroma khas telur itik dapat dikurangi. Sebut saja bawang putih, satu siung bawang putih sangat besar manfaatnya untuk menghilangkan aroma anyir pada telur itik. Anda bisa mencobanya dahulu dengan cara menggoreng telur itik kemudian berikan sedikit bawang putih, aroma anyir telur itik akan berkurang sampai tidak terasa lagi.

Pengelolahan telur itik untuk dijadikan sebagai telur asin pun dapat memanfaatkan cara ini. Prektek pembuatan telur asin tanpa aroma anyir ini sudah lama diterapkan masyarakat di Kab. Indramayu dan Cirebon.

Silahkan mencoba!

Cara Mengelolah Telor Asin

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

  • 100 butir telur itik
  • 1 ember abu gosok
  • 1 ember tumbukan bata merah
  • 2 kg garam dapur
  • 5 siung bawang putih

Cara membuatnya :

  • Bersihkan telur itik yang masih segar dengan sabun colek, misalkan dengan menggunakan sabuk kelapa
  • Bilas dengan air bersih lalu tiriskan. Ulangi lagi hingga aroma sabun tidak tercium lagi lalu keringkan
  • Campurkan abu gosok dan tumbukan bata merah serta garam dapur hingga menjadi satu adonan. Selanjutnya tambahkan air secukupnya pada adonan tersebut sambil diaduk-aduk hingga adonan menjadi mudah dibentuk. kemudian campurkan bawang putih dalam adonan tadi.
  • Langkah berikutnya, balutlah telur itik dengan adonan tadi satu per satu. Telur tetas yang telah dibalut dengan adonan diletakan dan disusun dengan rapi pada wadah plastik.
  • Selanjutnya, simpan adonan telur di tempat yang lembab selama 10 hingga 15 hari. Makin lama adonan telur ini disimpan, rasa asin telur akan lebih terasa.
  • Setelah 10 atau 15 hari, keluarakan telur dari tempat penyimpanan, kemudian bersihkan adonan dari telur itik, bersikan dengan air bersih lalu diangin-anginkan.
  • Langkah berikutnya, rebuslah telur asin ini dengan menggunakan wajan atau panci. Selama dalam proses perbusan, wajan atau panci harus dalam keadaan terbuka (tidak ditutup). Selanjutnya telur direbus selama kurang lebih 4 jam dengan api yang tidak terlalu besar.
  • Setelah matang, pindahkan telur-telur sambil ditiriskan.
  • Telur asin tanpa bau anyir siap dihidangkan.

Selamat menikmati!

Tips :  Tumbukan bata merah sebagai bahan adonan untuk membuat telur asin kadang sulit diperoleh atau bahkan tidak ada di daerah tertentu. Tetapi bahan ini dapat diganti dengan abu gosok. Memang akan ada perbedaan rasa dan tekstur tetapi hal ini tidak berpengaruh.

Rasa asin pada telur asin dipengaruhi oleh lamanya penyimpanan. Bagi yang suka mengkonsumsi telur asin bersama dengan nasi, maka sebaiknya adonan telur asin disimpan selama 15 hari untuk mendapatkan rasa asin yang lebih kental, warna kuning telur akan kelihatan lebih tua serta agak berminyak. Sedangkan bila hanya untuk sekedar ditambul, dimakan dengan kerupuk, maka penyimpanan adonan telur cukup selama 10 hari saja.

Sumber : Dinoto

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.


01/04/2011 - Posted by | Telur Itik | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: